SMA II
Suasaana tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata ataupun dengan tulisan, rasa menyesal,kecewa menjadi satu setelah kejadian final itu, aku mengirim pesan kepada seseorang yang selama 2Tahun kita tidak saling sapa sama sekali. Perasaan kesal dan kecewa menjadi satu ketika seseorang yang dianggap bahwa apabila setelah kejadian sudah lama masalah itu akan selesai dan membuat kami berdua bisa saling teguh sapa kembali.
Jujur saja ketika malam itu aku mengirimkan pesan kepada salah satu temanku yang selama beberapa tahun ini sama sekali entah marah atau bagaimana kepadaku, karena aku sudah muak melihat dia hanya diam.
Aku mengatakan bahwa aku dan dia sudah besar kalo sampai kayak gini terus bagaiana kedepan intinya begitu, dan yang paling bikin aku greget aku bilang kepada dia kalopun kamu mau musuhi aku sampai mati aku tidak masalah, sepetrti anak kecil yaaa
Aku menunggu balasan dia 1 malam sampai tidak bisa tidur untung saja waktu itu pelajaran sekolah bisa dikatakan tidak pembelajaran secara efektif, aku menunggu jawaban dia untuk menjawab jujur apa yang dia rasakan, bukan rasa cinta yang aku cari tapi rasa pertemanan yang dulu kita jalani dan apabila bertemu dia selalu menyapaku ya allah kalo keinget. rasanya aku ingin banget memutar waktu
Banyak sekali yang menyukai dirinya kalo aku suka dia waah aku digolongan paling bawah dan aku sadar diri kalo menyukai dia. iya aku pernah suka dia ketika itu sekolahku membuat event futsal gitu pas itu aku bener12 suka dan aku harus sadar dan bangun bahwa dia siapaa aku siapa ? :)
Aku begitu sangat menyesal kenapa dia membalasnya malah ketemenku bukan ke aku, rasanya aku pengen nangis dan pengen teriaaaakk !! Aku nunggu dia sampai gak tidur cuma pngn masalahku dgn dia selesai eh malah dia balas ketemenku. Kamu itu cowok apa bukaaann !!
Semenjak kejadian itu dan aku berkomitemn apabila aku melihat dia aku ra bakalan koyo biyen dan aku ra bakalan kepooo tentang kejadian dia dikelas. sekaranngg aku anggap dia hanyalah orang yang tidak aku kenal sma seklaii
Komentar
Posting Komentar