MAKALAH PSIKOLOGI
“Sigmund Freud biography and
Psikoanalis,Psikodinamika “
Disusun oleh :
Nafissa Miftah Al Janah ( 16710063 )
Dosen
Pembimbing :
Dr.
Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Psi
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL & HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah
SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk
bekerja dalam menyelesaikan makalah saya yang berjudul “SEJARAH
PSIKOLOGI INDONESIA” Makalah ini merupakan
salah satu tugas mata kuliah “PSIKOLOGI”.
Tidak
lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan dalam
menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah masih
banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki saya. Untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Akhirnya saya berharap semoga Allah
memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan dan
dapat menjadikan semua bantuan sebagai ibadah. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
A.
SEJARAH
PSIKOLOGI INDONESIA
Psikologi di
perkenalkan kepada bangsa Indonesia pada tahun 1952 oleh Prof. Dr. Slamet Iman
Santoso, Prof. Dr. Slamet Iman Santoso adalah seseorang ahli penyakit syaraf
dan jiwa, yang menyadari bahwa tidak semua masalah kejiwaan dapat diselesaikan
psikiater, sehingga muncul niat untuk mendirikan Fakultas Psikologi di
Indonesia sehingga beliau dikenal sebagai Bapak Psikologi Indonesia.
Latar belakang
pendidikannya adalah Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsche Lagere School
(HIS (1912-1920)) Dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO (1920-1923)).
Kemudian melanjutkan ke MAS-B Yogyakarta (1923-1926); Indische Arts, Stovia (1926-1932);
dan Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).
Pada pidato
pengukuhnnya sebagai professor Universitas Indoensia pada Dies Natalis
Universitas Indonesia pada tahun 1952 di Fakultas Pengetahuan Teknik (sekarang
ITB), Prof. Dr. Slamet Iman Santoso menceritakan pengalamannya dengan pasien-pasiennya yang kebanyakan
anggota militer dan pegawai pemerintahan yang mengalami gangguan
psikosomatiskarena tidak mampu menjalani pekerjaan barunya setelah Indonesia
mengambil alih ke pemerintahan dari kolonial Belanda pada tahun 1950.
Sebagai kelanjutan dari pidato Prof. Dr.
Slamet Iman Santoso, di lingkungan Kementerian Pendidikan, Pengadjaran, dan
Kebudajaan (disingkat Kementerian PP&K), pada tanggal 3 Maret 1953
diselenggarakan Kursus Asisten Psikologi, yang diketuai oleh Prof. Dr. Slamet
Iman Santoso. Tak lama setelah itu, masih dalam lingkungan Kementerian
PP&K, didirikan Lembaga Psikologi, yang kemudian berubah statusnya menjadi
Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi yang secara langsung berada di bawah
pimpinan Universitas Indonesia.
Pada tahun 1955,
Pendidikan Psikologi Asisten Psikologi diubah statusnya menjadi Pendidikan
Sarjana Psikologi, yang secara administratif berada di bawah Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam SK Menteri Pendidikan, Pengadjaran
& Kebudajaan Republik Indonesia No. 108049/U.U. dinyatakan bahwa Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia dimulai tanggal 1 Djuli 1960. Dengan demikian,
tahun 1960 merupakan tahun kelahiran Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,
dengan Dekan pertamanya Prof. Dr. Slamet Iman Santoso..
Mantan Direktur Rumah
Sakit Jiwa Gloegoer, Medan (1937-1938) ini, sangat termotivasi dalam merintis
dan mendirikan fakultas psikologi, karena sebagai psikiater beliau menemukan
banyak masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh psikiater. Dalam bidang profesi
kedokteran, beliau menerima penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989. Sebagai seorang ahli psikologi, tahun
1961, beliau juga pernah memimpin sekitar lima puluh mahasiswa Fakultas
Psikologi UI mengunjungi penduduk yang terkena gusuran pembuatan Istana Olahraga
Senayan dan dipindahkan ke daerah Tebet dan Penjaringan. Mereka berdialog
dengan penduduk tergusur itu. Kunjungan ini, menjadi awal pogram mahasiswa
turun ke lapangan (masyarakat
a) Pendidikan
Psikologi di Indonesia
Pada tingkat strata 1,mahasiswa harus lulus 140sks
untuk mendapatkan gelar sarjana(S.Psi), mahasiswa memiliki kebebasan untuk
memilih mata kuliah peminatan, antara lain: klinis, pendidikan, industri &
organisasi, dan social & komunitas. Sebelumnya, dikenal psikologi
perkembangan dan eksperimen. Namun sekarang ini, kedua area tersebut sudah
dianggap sebagai salah satu pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh semua
lulusan sarjana psikologi.
Pada pendidikan magister profesi, lulusannya telah
diakui untuk menyandang gelar strata magister dan sekaligus menyandang gelar
profesi psikolog. Dalam masa pendidikannya, para lulusan ini hanya boleh
Memilih 1 peminatan saja, antara lain: klinis anak, klinis dewasa, industri
& organisasi, pendidikan, dan sosial.
b) Organisasi
Psikologi di Indonesia
Ijin praktek psikolog diatur dan
dikontrol oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan departemen tenaga
kerja. Di Indonesia terdapat Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi
Indonesia (AP2TPI) yang merupakan wadah bagi seluruh universitas yang
menyelenggarakan pendidikan psikologi di Indonesia untuk dapat merumuskan
segala hal yang terkait dengan pendidikan psikologi di Indonesia.
AP2TPI menyelenggarakan kolokium
psikologi Indonesia secara berkala. Saat ini, untuk akreditasi program studi
psikologi mengacu pada Indonesian Qualification Framework (IQF) atau dikenal
juga dengan nama Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dirumuskan
dalam Forum kolokium psikologi Indonesia (Administrator).
HIMPSI didirikan pada 11 Juli 1159
dengan nama Ikatan Sarjana Psikologi (ISPsi) (HIMPSI, 2013). Pada tahun 1998,
berlangsung Kongres Luar Biasa di Jakarta, ISPsi mengubah namanya menjadi
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Hingga tahun 2013, terdapat berbagai
organisasi minat/ asosiasi dalam HIMPSI. Organisasi minat/ asosiasi tersebut
antara lain (HIMPSI, 2013):
1.
Ikatan Psikologi Klini (IPK)
2.
Ikatan Psikologi Sosial (IPS)
3.
Ikatan Psikologi Olahraga (IPO)
4.
Asosiasi Psikologi Indistri & Organisasi (APIO)
5.
Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI)
6.
Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI)
7.
Asosiasi Psikologi Islami (API)
8.
Asosiasi Psikologi Kristiani (APK)
9.
Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI)
10.
Asosiasi Psikologi Penerbangan Indonesia
11.
Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR)
12.
Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI)
Diharapkan bagi lulusan sarjana
psikologi untuk gabung dengan HIMPSI karena akan banyak keuntungan yaitu untuk
bidang organisasi anggota diharapkan akan mengenal bagaimana keadaan lapangan
dan memiliki akses yang luas untuk dapat
menyebarkan informasi kepada semua praktisi sehingga kontrol dan penyebaran
informasi dapat dilakukan secara merata.
DAFTAR
PUSTAKA
Sejarah Psikologi
Indonesia. Dikutip dari http://vivapsikologi.blogspot.co.id/ pada Selasa, 6 September 2016
Sejarah Psikologi
Indonesia. Dikutip dari http://www.psikologiku.com/sejarah-perkembangan-psikologi-di-indonesia/ pada Selasa, 6 September 2016
Sejarah Psikologi Indonesia. Dikutip dari http://psychology.binus.ac.id/2015/04/29/sejarah-psikologi-indonesia/ pada Selasa, 6 September 2016
Komentar
Posting Komentar